Jumat, 29 November 2013

Belajar Bertanya

BERANI BERTANYA adalah salah satu syarat untuk maju. Akan tetapi, membuang rasa malu pada saat mau bertany, ternyata tidak gambang. Buktinya, dalam forum apapun, para peserta kerap membisu saja.

Memang, untuk bertanya pun perlu belajar. Jika kita bertanya dengan benar, maka jawaban benar pula yang akan kita peroleh. Jawab itu bisa berupa informasi, pengalaman, reaksi, atau data lain yang kita cari.

Bagi seorang atasan, bertanya jauh lebih menguntungkan daripada "menyuruh". untuk bisa mengendalikan bawahan dengan baik, pimpinan harus punya informasi yang cukup. Apalagi jika sedang berhadapan dengan "pengambilan keputusan". Informasi itulah yang akan menjadi dasarnya.

Agar dapat bertanya dengan efektif untuk mengumpulkan informasi yang akurat, perhatikanlah kiat-kiat berikut :

Pertama, pertanyaan harus memiliki tujuan yang specifik. satu pertanyaan dapat digunakan untuk menekankan satu masalah utama. Pertanyaan lain kemudian dipakai untuk merangsang pemikiran. Lalu satu lagi bisa digunakan untuk membangkitkan minat.

kedua, tiap orang harus bisa memahami pertanyaan anda. Kalimatnya sebisa mungkin disesuaikan dengan "daya tangkap" pendengarannya, dengan istilah yang biasa mereka dengar.

Ketiga, satu pertanyaan hanya menekankan satu hal. Hindari mengemukakan pertanyaan yang memerlukan pertanyaan lain guna memperoleh satu informasi.

Keempat, Pertanyaan yang bagus harus jelas, tidak menimbulkan dugaan. Jawaban pendengar harus didasarkan pada informasi dan fakta, bukan imajinasi atau reka-reka

Kelima, Pertanyaan yang bagus akan selalu memasukkan "mengapa?". Banyak manajer yang hanya mendapatkan jawaban "ya" atau "tidak". Jawaban ini tidak memberikan informasi yang berarti. Jika seorang berkata "ya", tanyakan "mengapa?" . Jika "tidak" Juga tanyakan hal serupa. Pertanyaan " mengapa?" adalah pertanyaan yang sangat jitu untuk memperoleh informasi akurat.

Kadang-kadang, bertanya memang sulit daripada menjawab. Namun yakinlah, seseorang yang malas atau malu bertanya, berarti ia telah menyongsong kegagalan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar